PT. Pupuk Indonesia (Persero) Menjadi Invoasi Pertanian Dalam Membantu Pemulihan Ekonomi
Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) dianggap menjadi salah satu BUMN yang
adaptif dalam menghadapi pandemi Covid-19. Tidak hanya itu, inovasi
sektor pertanian dalam membantu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga
diapresiasi.
Atas dasar itu, Perseroan mendapatkan "The very best State Owned Venture (SOE) Awards 2021"dari Majalah Infobank.
Dalam hal ini, Pupuk Indonesia turut berkontribusi dalam membangun
sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional melalui
penyediaan pupuk berkualitas serta pengawalan teknologi dan budidaya
pertanian kepada petani Indonesia.
Direktur Produksi Pupuk Indonesia, Bob Indiarto menyatakan bahwa
penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan publik atas kinerja
operasional perusahaan yang tercatat sangat baik pada tahun 2020.
"Kinerja ini merupakan buah dari program transformasi bisnis yang
kedepan akan mendorong Pupuk Indonesia menjadi perusahaan nasional kelas
dunia untuk nutrisi tanaman dan solusi pertanian berkelanjutan,"ujar
Bob dalam keterangannya, Jumat (22/10/2021).
Dalam program transformasi bisnis, Pupuk Indonesia akan memperkuat lima
pilar utama, yaitu manajemen retail, riset dan inovasi, kehandalan
rantai pasok dan operasi, pengamanan dan optimasi bahan baku, serta
keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
Pilar-pilar tersebut turut didukung sejumlah pondasi seperti peningkatan
kemampuan digital dan advanced analytic, peningkatan kualitas sumber
daya manusia, penguatan tata kelola dan manajemen anak perusahaan. "Serta penerapan protestor holding role atau sentralisasi fungsi strategis perusahaan,"ujar Bob.
Bersamaan dengan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021
Penghargaan SOE Honor 2021 ini diberikan bersamaan dengan acara
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 dan peluncuran logo
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang digelar secara hybrid dari Istana
Negara dan Hotel Shangri La Jakarta, Jumat (22/10/2021).
Acara ini dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, Wapres RI Ma'ruf Amin selaku Ketua Dewan Pembina MES, Menteri BUMN Erick Thohir selaku Ketua Umum MES, Ketua Komisi VI DPR RI Fasiol Riza selaku anggota Dewan Penggerak MES, serta sejumlah pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Presiden RI Joko Widodo menyatakan bahwa santri merupakan pangkal paling esensial dalam pembangunan denyut ekonomi syariah. Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia harus bisa menjadi pusat gravitasi ekonomi syariah dunia.
"Kita yakin ekonomi syariah yang kuat akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Indonesia sebagai bagian dari bukti bahwa Islam adalah agama yang rahmatan'lilalamin,"tegas Presiden.
Komentar
Posting Komentar