Program Electrifying Agriculture, Sebuah Program Besar Bagi Sektor Pertanian yang di Gagas Oleh PLN
Jakarta - Program Electrifying Farming menjadi lompatan besar bagi sektor
pertanian Indonesia. Program yang digagas PT PLN (Persero) ini telah
membawa sektor pertanian menjadi lebih maju dan modern dengan
peningkatan produktivitas mencapai 3 kali lipat, serta efisiensi biaya
operasional sebesar 60 persen.
Para petani beralih ke alat-alat dan mesin pertanian (alsintan) berbasis
listrik. Sebelumnya, mereka memakai alsintan berbahan bakar fosil yang
mahal dan merusak lingkungan. Didukung listrik PLN, mereka berani berinovasi dan memanfaatkan
teknologi guna mendongkrak produktivitas dan menekan biaya operasional
sehingga kesejahteraan kian meningkat.
Seluruh manfaat dari program Electrifying Farming ini telah dirasakan
banyak petani di penjuru negeri. Kisah-kisah tersebut dituangkan dalam
buku Petani Cerdas 4.0: Go Modern, Go Electrifying.
Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa konsep
Electrifying Agriculture adalah perubahan gaya hidup para petani untuk
berorientasi ke depan. Dengan demikian, sektor pertanian akan lebih
maju, ekonomis, dan ramah lingkungan.
"Dalam buku ini, ada cerita keberhasilan, pengalaman, dan harapan
petani dalam memanfaatkan teknologi. Semoga worth dan semangat para
petani Indonesia dalam Electrifying Agriculture bisa menyebar ke seluruh
Indonesia,"ujarnya dalam acara Bedah Buku Electrifying Farming: Petani
Cerdas 4.0 Go Modern, Go Electrifying, seperti ditulis Jumat
(1/10/2021).
Manfaat ini bukanlah isapan jempol belaka. Darmawan pun sudah merasakan sendiri manfaat dari program Electrifying Farming. Ia mengisahkan pengalaman ibunya di Yogyakarta yang beralih menggunakan
mesin penggilingan padi berbasis energi listrik. Sebelumnya, sang bunda
mengandalkan mesin penggilingan padi diesel.
Sejak menggunakan mesin penggilingan padi listrik ini, produktivitasnya
naik menjadi 5 heap per jam dari sebelumnya 7 ton per hari. "Penghasilan ibu saya pun naik menjadi Rp 14 juta per bulan dari Rp 4,5
juta per bulan. Energizing Farming ini betul-betul membantu petani,"kata Darmawan.
Punya 124 Ribu Pelanggan Petani
Direktur Niaga dan Manajemen PLN Bob Saril menyebutkan jumlah petani yang tercatat sebagai pelanggan Electrifying Agriculture ini mencapai 124 ribu petani di seluruh Indonesia.Mayoritas petani telah beralih menggunakan pompa dan mesin penggilingan padi listrik, petani bawang merah mengadopsi teknologi perangkap hama berbasis lampu, petani kebun buah naga menggunakan rekayasa teknologi lampu (light trap), hingga peternak ayam yang menggunakan sistem kandang tertutup (shut house).
"PLN berpartisipasi aktif di progam ini untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas petani. Kedua hal ini akan memudahkan petani go digital untuk menjual produknya di industry,"jelas Bob.
Bob berharap program ini dapat mendukung pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
PLN siap memasok listrik yang andal ke lumbung pangan atau Food Estate yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono mengapresiasi langkah PLN yang menggagas Energizing Farming. Kasdi menyebutkan kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan PLN di program ini merupakan salah satu dari lima misi Kementerian Pertanian untuk membangun pertanian contemporary.
"Kerja sama kami dengan PLN adalah inovasi dan hasil kolaborasi yang sudah terbukti manfaatnya, seperti light trap perangkap hama dan irigasi listrik. Ke depannya, kami berharap PLN bisa menyediakan potensi energi yang ada di sentra pertanian, seperti energi matahari, air, dan lainnya yang bisa ditransformasikan menjadi energi listrik,"ucap Kasdi.
Ketua Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan Kementan Sandi Octa Susila menilai Electrifying Agriculture merupakan lompatan besar yang dilakukan PLN untuk mendukung sektor pertanian. Program ini berhasil meningkatkan produktivitas dan memangkas biaya operasional petani hingga 60 persen.
Pendiri UD Mitra Tani Parahyangan juga mengakui Electrifying Agriculture PLN telah membawa dampak positif terhadap kinerja agrobisnis yang dikelolanya itu. Sebab tanpa listrik, bisnis yang digelutinya tak mungkin berjalan.
"Program Electrifying Farming PLN telah membawa pertanian Indonesia semakin maju, mandiri dan contemporary. Para petani milenial harus tahu dan memiliki buku ini. Peran PLN besar sekali untuk mendukung sektor pertanian,"terang dia.
Komentar
Posting Komentar